Cara Membangun Pondasi Rumah

cara membangun pondasi rumah

Cara Membangun Pondasi Rumah – Pondasi rumah adalah langkah paling awal sekaligus terpenting ketika akan membangun sebuah rumah. Cara membangun pondasi rumah juga harus diperhitungkan secara matang karena pondasi rumah tidak hanya berfungsi sebagai penopang utama dari bangunan diatasnya, namun juga bagaimana pondasi rumah dibangun sekokoh mungkin agar tahan pada gempa bumi.

Jika perencanaan serta cara membangun pondasi rumah diawal terhitung salah, maka keruntuhan akan sangat mungkin terjadi pada proses pembangunan diatasnya. Jika hal tersebut terjadi, nyawa serta harta benda akan menjadi taruhannya.

Oleh karena itu, perlu untuk mengetahui beberapa jenis dan cara membangun pondasi rumah yang baik agar lebih tahan lama serta tahan pada guncangan. Berikut ulasannnya!

1. Cara Membangun Pondasi Rumah Sederhana

Pondasi rumah sederhana bukan berarti tidak kuat sebagai penopang bangunan, hanya saja jenis pondasi yang digunakan adalah berjenis pondasi dangkal dan cocok untuk tipe rumah satu lantai.

Untuk jenis batu yang digunakan pada cara membangun pondasi rumah sederhana ini umumnya adalah batu kali. Pondasi ini berupa batu alam yang dicampur dengan adukan bahan khusus agar lebih kuat. Kemudian pondasi ditanam di kedalaman tanah hingga 80 cm saja karena beban yang ditopang hanya merupakan rumah berlantai satu.

Tidak hanya batu kali, namun batu bata juga bisa menjadi pilihan sebagai pondasi rumah sederhana. Batu bata diikat dengan campuran khusus seperti pasir, air, dan semen agar menciptakan pondasi yang lebih kuat dan tahan lama.

2. Cara Membangun Pondasi Rumah 2 Lantai

Jika pondasi untuk rumah sederhana bisa menggunakan batu kali dan batu bata yang diikat campuran khusus, maka ketika akan membangun rumah yang bertingkat dua atau lebih harus memiliki pondasi rumah yang lebih kuat karena beban bangunan juga lebih berat. Pondasi rumah bertingkat yang paling cocok adalah yang terbuat dari beton seperti footplat dan bore pile.

Pondasi footplat merupkan struktur beton bertulang yang ditanama dalam kedalaman tanah sekitar 150 cm atau 2 meter. Kedalaman tersebut bukan tanpa arti, footplat dinyatakan cocok sebagai pondasi rumah yang kuat dan kokoh untuk bangunan berlantai dua bahkan dapat menahan beban hingga bagian atap rumah.

Kemudian jika akan membangun rumah berlantai lebih dari dua, pondasi yang terbaik adalah bore pile karena terbuat dari beton precast yang lebih kuat.

3. Cara membangun Pondasi Rumah Tahan Gempa

Dua jenis pondasi yang telah disebutkan diatas sudah terbilang baik dan sangat direkomendasikan sesuai dengan tujuan tipe rumah yang dibangun. Namun, terdapat satu cara membangun pondasi rumah yang bisa dipertimbangkan untuk dipilih karena terbukti tahan gempa dan lebih aman untuk jangka panjang, yaitu pondasi rumah tahan gempa.

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan membangun pondasi yang kuat akan guncangan gempa, antara lain sebagai berikut:

– Bangun pondasi rumah ditanah yang padat.

Langkah pertama untuk cara membangun pondasi rumah yang tahan gempa yakni pastikan dibangun diatas tanah yang padat dan kokoh. Hal tersebut karena jika tanah yang menjadi lokasi dibagunnya rumah tidak kuat atau tidak stabil, maka akan mempengaruhi kekuatan dari pondasi rumah.

Untuk mencari struktur tanah yang kuat dan kokoh tidaklah mudah, jika tanah yang menjadi tujuan pembangunan kurang padat maka bisa diperkuat terlebih dahulu lapisan tanahnya dengan cara menambahkan pasir batu di bawah pondasi dan padatkan dengan bantuan mesin stamper.

– Tanamkan pondasi pada kedalaman yang cukup

Pada cara membuat pondasi rumah lantai satu yang tahan gempa, tetap bisa menggunakan batu kali sebagai pondasinya. Namun agar lebih kokoh dan kuat, pondasi batu kali ditanam lebih dalam sekitar 45 cm di bawah permukaan tanah. Sedangkan untuk rumah berlantai lebih dari satu, pondasi beton ditanam pada kedalaman 60 cm di bawah permukaan tanah.

– Balok pengikat pondasi rumah tahan gempa

Balok pengikat atau sloof dibuat setelah pondasi batu selesai dikerjakan. Balok pengikat ini harus berbahan beton serta berfungsi untuk mengalirkan beban bangunan ke pondasi secara stabil. Balok pengikat pondasi ini akan membantu pondasi seperti batu kali untuk lebih tahan gempa dan kuat.

– Mengikat pondasi, balok pengikat, dan kolom jadi satu

Langkah terakhir pada cara membangun pondasi rumah tahan gempa yakni mengikat pondasi, balok pengikat, dan kolom menjadi satu bagian.

Pengikatan ini merupakan langkah yang dikatakan paling penting karena jika semua bagian telah terikat dengan baik, maka guncangan akibat gempa yang terjadi akan tersalurkan keseluruh bagian rumah secara seimbang. Dengan demikian, keretakan pada bagian tertentu dalam rumah bisa dihindari dan keruntuhan yang terjadi bisa sangat diminimalisir.

Cek Halaman: Harga Buis Beton 2020